Ziarah ke Makam Pendiri Pesantren Darunnajah

Jumat (8 Maret 2024). Mahasiswa Kewirausahaan Universitas Darunnajah melaksanakan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Darunnajah, (Alm) KH. Abdul Manaf Mukhayyar, di pemakaman keluarga, Kampung Cikarenda, Pabuaran, Serang, Banten. Kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama Mahasiswa Kewirausahaan Universitas Darunnajah yang dihadiri oleh Kaprodi Kewirausahaan Mastur, M.M., dan Staf Inkubator Bisnis Ustadz Wiranto.

Dalam rangkaian tersebut, mahasiswa dan pengurus Universitas Darunnajah memberikan penghormatan dan pengabdian kepada almarhum pendiri pondok pesantren. Mereka juga mengambil hikmah dan teladan dari perjuangan beliau, serta berdoa agar almarhum diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Kegiatan ziarah ini menggambarkan keterikatan batin antara guru dan santri dengan pendiri pondok pesantren, sekaligus merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kepada beliau yang telah berjasa dalam pendidikan masyarakat, khususnya bagi seluruh komunitas Universitas Darunnajah.

Almarhum KH. Abdul Manaf Mukhayyar, sebagai pendiri Pondok Pesantren Darunnajah, meninggalkan warisan yang besar dalam bidang pendidikan, terutama bagi kalangan santri dan masyarakat sekitar. Beliau dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Kehadiran beliau telah memberikan dampak positif yang luas dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus.

Menurut Kaprodi Kewirausahaan, kegiatan ziarah ini merupakan upaya untuk mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan pendiri pondok pesantren. Hal ini diharapkan dapat memupuk rasa keterikatan yang kuat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan meneruskan warisan intelektual dan spiritual yang telah ditinggalkan oleh almarhum. Diharapkan, kegiatan ziarah ini akan menjadi titik awal untuk lebih mengapresiasi dan menerapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh almarhum KH. Abdul Manaf Mukhayyar. Semoga dengan pengabdian dan kesadaran akan warisan yang ditinggalkan, Universitas Darunnajah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan bangsa. (Ziana)

Bagikan: