www.darunnajah.ac.id
Mendorong Link and Match, Dosen Kewirausahaan Jalani Ujian Asesor LSP Kewirausahaan Industri

Jakarta, 24/10/2025: Universitas Darunnajah melalui Fakultas Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui dorongan agar seluruh mahasiswa Program Studi Kewirausahaan memiliki Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Darunnajah. Sertifikasi ini menjadi instrumen penting dalam memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja dan dunia wirausaha berbasis kompetensi.
Sebagai langkah strategis mendukung hal tersebut, Ketua Program Studi Kewirausahaan, Mastur, MM., bersama sejumlah dosen dan pengelola mengikuti Ujian Calon Asesor LSP Universitas Darunnajah pada skema Kewirausahaan Industri. Keterlibatan para dosen dalam proses ini merupakan bentuk keseriusan institusi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berbasis standar kompetensi nasional sehingga proses asesmen mahasiswa nantinya dapat dilakukan secara kredibel dan profesional.
Pelaksanaan ujian dilakukan secara komprehensif, mencakup praktek asesmen, ujian tulis, dan ujian lisan. Pada sesi praktik, para peserta diuji kemampuan dalam melakukan proses asesmen terhadap mahasiswa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemberian umpan balik sesuai prinsip asesmen yang objektif. Sementara itu, ujian tulis dan lisan diberikan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap standar kompetensi, perangkat asesmen, serta etika profesi asesor.
Kegiatan ujian calon asesor ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di lingkungan Universitas Darunnajah. Pelaksanaan berlangsung dengan suasana akademik yang konstruktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kompetensi terbaik mereka. Proses ini menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman profesional dosen sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan fakultas.
Sebelum ujian, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama empat hari, yaitu pada 20–23 Oktober 2025. Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai skema Kewirausahaan Industri, teknik asesmen, penyusunan bukti kompetensi, hingga simulasi asesmen langsung. Dengan pendekatan pelatihan yang aplikatif, para peserta dibimbing untuk mampu menjalankan peran asesor secara optimal.
Melalui rangkaian pelatihan dan ujian ini, Universitas Darunnajah menegaskan komitmennya dalam memastikan bahwa proses sertifikasi mahasiswa tidak hanya memenuhi standar formalitas, tetapi benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan, kehadiran para asesor baru dari Program Studi Kewirausahaan dapat memperkuat pelaksanaan sertifikasi kompetensi serta mendukung terwujudnya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.



