Mahasiswa Prodi Kewirausahaan Universitas Darunnajah Konsisten Lestarikan Kesenian Betawi

Jakarta Selatan – Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Rain Bow (Rey), mahasiswa semester 3 Program Studi Kewirausahaan Universitas Darunnajah, yang konsisten melestarikan kesenian Betawi di tengah kesibukan kuliah dan organisasi.

Rey dikenal sebagai mahasiswa aktif di BEM. Namun di luar aktivitas kampus, ia adalah penggerak seni budaya Betawi yang aktif belajar dan tampil di berbagai sanggar seperti Sanggar Fajar Ibnu Sena, Sanggar Ondel-ondel Deffen, dan Kampung Silat Petukangan.

Sebagai mahasiswa kewirausahaan, Rey tidak hanya belajar teori bisnis di kelas, tetapi juga menerapkannya dalam pengelolaan seni budaya. Pada 2023, ia mendirikan Sanggar Sijantuk di Jakarta Barat. Sanggar tersebut kini memiliki 23 anggota dengan lima pengurus, dan Rey bertindak sebagai ketua.

Langkah ini menunjukkan bahwa jiwa kewirausahaan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Melalui manajemen sanggar, pengelolaan anggota, hingga partisipasi dalam berbagai event budaya, Rey mengintegrasikan nilai entrepreneurship dengan pelestarian tradisi Betawi.

Ia juga rutin mengajar ekstrakurikuler seni di SMK Putra Satria setiap minggu. Baginya, edukasi budaya kepada generasi muda merupakan investasi sosial jangka panjang. “Mahasiswa bukan hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga harus memberi dampak bagi lingkungan,” tuturnya.

Kiprahnya telah membawanya tampil di berbagai acara budaya hingga TVRI pada tahun 2025. Di tengah dominasi budaya digital, kehadiran mahasiswa Prodi Kewirausahaan Universitas Darunnajah yang aktif melestarikan silat beksi, tehyan, palang pintu, dan ondel-ondel menjadi inspirasi bahwa pendidikan tinggi dapat melahirkan agen perubahan berbasis budaya.

Rey membuktikan bahwa kewirausahaan bukan sekadar tentang bisnis dan profit, tetapi juga tentang keberanian menciptakan nilai, menjaga identitas, dan membangun keberlanjutan budaya bangsa.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *