Kuliah Umum Internasional: Islam di Ukraina Buka Wawasan Global Mahasiswa Universitas Darunnajah

Jakarta – 22 Maret 2024. Universitas Darunnajah kembali mengadakan Kuliah Umum Internasional bertema “Islam di Ukraina” yang berlangsung di Aula Al-Ghazali. Acara ini menghadirkan tiga pembicara terkemuka: Syekh Murat Suleymanov (Dewan Majlis Ulama Ukraina), Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag. (Wakil Rektor III Universitas Darunnajah), dan Dr. Yanuardi Syukur (Dewan Majlis Ulama Indonesia). Kehadiran tokoh-tokoh internasional dan nasional ini menjadikan acara semakin relevan bagi civitas akademika.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh santri, guru, dan mahasiswa lintas program studi di Universitas Darunnajah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa topik Islam di Ukraina menjadi isu penting yang tidak hanya terkait dengan sejarah dan sosial keagamaan, tetapi juga berkaitan dengan dinamika global dan kontribusi pemuda Muslim dalam percaturan internasional.

Dalam pemaparannya, Syekh Murat Suleymanov menjelaskan sejarah dan kondisi terkini komunitas Muslim di Ukraina. Ia menyoroti dinamika identitas Islam di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim, serta tantangan dakwah dan pendidikan Islam dalam konteks sosial-politik Eropa Timur. Pemahaman ini memberikan perspektif global bagi mahasiswa mengenai keberagaman praktik Islam di berbagai negara.

Sementara itu, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darunnajah dan Universitas Darunnajah memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Islam di Ukraina. Beliau menekankan kerja sama dalam bidang pendidikan berkualitas, pelatihan tenaga pendidik, penelitian internasional, serta dialog antaragama sebagai langkah yang dapat memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Ukraina.

Ia juga menambahkan bahwa potensi kerja sama dapat diperluas pada bidang ekonomi syariah, manajemen organisasi Islam, serta pengembangan bisnis berbasis komunitas Muslim. Menurutnya, penguatan literasi ekonomi syariah di Ukraina dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan nilai-nilai bisnis Islam yang etis, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi mahasiswa dalam riset maupun program pertukaran.

Pembicara ketiga, Dr. Yanuardi Syukur, memberikan perspektif mengenai perkembangan Islam di Indonesia. Ia menyoroti bagaimana Indonesia mampu membangun ekosistem Islam yang moderat, produktif, dan adaptif, termasuk dalam mengembangkan sektor bisnis halal, industri keuangan syariah, serta manajemen lembaga keagamaan. Paparan ini memberikan perbandingan yang menarik antara konteks Ukraina dan Indonesia, serta memberikan inspirasi bagi peserta untuk melihat peluang global dalam pengembangan ekonomi dan pendidikan Islam.

Acara ini bukan hanya menjadi forum diskusi yang penuh wawasan, tetapi juga menjadi platform strategis untuk memperkuat hubungan antara komunitas Muslim Indonesia dan Ukraina. Melalui dialog akademik internasional seperti ini, Universitas Darunnajah berharap dapat membuka ruang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, ekonomi syariah, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kuliah umum ini menegaskan komitmen Universitas Darunnajah dalam menghadirkan pendidikan yang berwawasan global sekaligus relevan bagi kebutuhan umat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami isu-isu keislaman secara komprehensif, tetapi juga mampu melihat peluang kolaborasi dan kontribusi dalam konteks bisnis dan manajemen Islam di tingkat internasional.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *