Indonesia Emas 2045 Butuh Mahasiswa Visioner, Bukan Sekadar Akademisi!

Jakarta – Mahasiswa harus menjadi objek aktif perubahan, bukan sekadar subjek pasif yang menunggu instruksi. Pesan penting ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Drs. H. Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya pada Grand Opening Muktamar ke-5 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pondok Pesantren Seluruh Indonesia. Acara bergengsi ini berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di GOR Universitas Darunnajah Jakarta.

Di hadapan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas berbasis pesantren se-Indonesia, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak bisa dicapai tanpa kontribusi nyata dari generasi muda, khususnya mahasiswa. “Kalian bukan pelengkap pembangunan, kalian adalah fondasi dan arah masa depan bangsa ini,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

Dalam pidatonya, Cak Imin menggarisbawahi pergeseran paradigma mahasiswa dari penerima kebijakan menjadi pencipta solusi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi subjek yang diatur, tetapi objek strategis yang turut merancang dan menentukan arah keberlanjutan pembangunan nasional. “Mahasiswa adalah aktor utama dalam panggung perubahan, bukan sekadar penonton sejarah,” ujarnya lantang.

Momentum Muktamar V ini dinilai menjadi titik balik penting dalam konsolidasi gerakan mahasiswa pondok pesantren. Cak Imin menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kampus, integrasi antara nilai keislaman dan keilmuan, serta orientasi terhadap inovasi dan kewirausahaan. “Kekuatan santri hari ini bukan lagi pada romantisme masa lalu, tetapi pada kemampuan adaptasi terhadap tantangan zaman,” katanya.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk terus belajar secara multidisipliner dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor. Visi Indonesia Emas 2045, menurutnya, tidak akan tercapai hanya dengan pencapaian akademik, melainkan dengan integritas, kreativitas, dan semangat pengabdian yang menyala. “Jadilah pembelajar seumur hidup. Jangan berhenti di kampus, karena dunia sesungguhnya ada di luar tembok universitas,” pungkasnya.

Acara Muktamar ini turut dimeriahkan dengan seminar kebangsaan, pameran inovasi mahasiswa, serta dialog strategis lintas kampus yang mengangkat tema-tema pemberdayaan, lingkungan, dan digitalisasi pesantren. Kehadiran Cak Imin memberikan suntikan semangat dan arah baru bagi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.

Penutupan sambutannya diwarnai dengan pesan moral dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang kebermanfaatan. “Kalau kalian ingin sukses, jadilah bermanfaat. Indonesia Emas bukan mimpi jika mahasiswa hari ini bergerak bersama, dengan hati dan pikiran yang jernih,” tutupnya dengan penuh harap.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *