Dosen Universitas Darunnajah Perkuat Keilmuan Kepesantrenan melalui Daurah Tahsin Qira’ah.

Jakarta – Universitas Darunnajah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keilmuan kepesantrenan bagi para dosen melalui penyelenggaraan Daurah Tahsin Qira’ah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 12 Februari 2025, di Aula Gedung Abu Bakar dan diikuti oleh jajaran rektorat, dekanat, kaprodi, serta seluruh dosen Universitas Darunnajah. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, yang menjadi bagian penting dalam tradisi kepesantrenan.

Daurah ini menghadirkan Ustadz Muhamad Fauzan Azizah, Lc., M.A., seorang pakar tahsin dan tajwid, sebagai pemateri utama. Dalam sesi penyampaian materi, beliau menekankan bahwa bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar merupakan fondasi utama dalam pembelajaran Islam. Para peserta dibimbing untuk memperbaiki makharijul huruf dan memahami hukum-hukum tajwid dengan lebih mendalam, sehingga dapat menjadi teladan bagi mahasiswa dalam mengamalkan bacaan Al-Qur’an secara tartil.

Sebagai institusi pendidikan berbasis pesantren, Universitas Darunnajah menempatkan kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai kompetensi utama bagi para dosen. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, para tenaga pengajar diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan mereka, tetapi juga mampu membimbing mahasiswa dalam memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an. Hal ini sejalan dengan visi universitas dalam mencetak generasi akademisi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik dalam daurah ini. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara langsung dan mendapatkan koreksi dari pemateri. Ustadz Fauzan memberikan bimbingan secara detail agar peserta dapat memperbaiki kesalahan dalam pengucapan huruf dan penerapan hukum tajwid. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta menjadikan suasana pelatihan lebih dinamis dan memberikan pengalaman belajar yang efektif.

Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much. Hasan Darojat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik harus selalu diiringi dengan penguatan nilai-nilai keislaman. “Dosen adalah teladan bagi mahasiswa. Jika mereka memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, maka mahasiswa pun akan meniru dan mengamalkan dengan benar. Inilah bagian dari tanggung jawab akademisi dalam menjaga tradisi pesantren,” ujar beliau.

Dengan suksesnya Daurah Tahsin Qira’ah ini, Universitas Darunnajah berencana untuk menjadikannya sebagai program rutin guna meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang keislaman. Diharapkan, melalui kegiatan ini, kualitas pembelajaran berbasis kepesantrenan semakin meningkat, sehingga melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *